Rabu, 31 Agustus 2022

REKAM MEDIS ELEKTRONIK, TANTANGAN RUMAH SAKIT KE DEPAN

Rekam medis adalah catatan pasien yang terekam mulai dari identitas, anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnosis hingga segala pelayanan penunjang dan tindakan lain yang dilakukan kepada pasien.


Rekam medis juga bukan hanya sekedar ‘kegiatan pencatatan dan perekaman’ tetapi lebih sebagai suatu sistem penyelenggaraan dan pengelolaan pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan penyimpanan dan pengeluaran berkas rekam medis yang diperlukan untuk keperluan lainnya.  Dengan kata lain, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan rekam medis: 

  1. Rekaman medis pasien
  2. Manajemen rekam medis pasien

Rekaman medis pasien adalah segala informasi yang didapat dari pasien yang disimpan oleh rumah sakit, sedangkan manajemen adalah suatu proses pengelolaan rekam medis tersebut sehingga bermanfaat bagi pasien itu sendiri untuk memantau perkembangan kesehatan pasien dan bagi rumah sakit dalam penentuan kebijakan pelayanan di masa yang akan datang.


Rekam medis saat ini menjadi sangat kompleks mengingat terus bertambahnya variasi pelayanan di rumah sakit. Semakin banyaknya variasi pelayanan dan amanah akreditasi yang mengharuskan pencatatan yang lengkap terkadang mengakibatkan terjadinya kelelelahan (burn out) dari sejawat dokter maupun petugas rekam medis dalam penyelenggaraan sistem rekam  medis yang sifatnya konvensional. Menurut UU Praktik Kedokteran dalam penjelasan pasal 46 ayat (1) : rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.  Hal ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 269/2008, bahwa jenis data rekam medis dapat berupa teks, gambar digital, suara, video maupun biosignal seperti rekaman EKG. 


Di tengah semakin majunya teknologi perumah sakitan, maka informasi data rumah sakit menjadi kebutuhan mutlak sebagai dasar pengambilan keputusan. Rekam medis sekali lagi bukan sekedar pencatatan pasien selama di rumah sakit tetapi semua informasi tersebut nantinya akan ditransformasikan dalam bentuk data yang selanjutnya diolah dalam bentuk statistik. Hal ini sangat penting dalam hal pengambilan keputusan. 


Memulai suatu transformasi rekam medis ke dalam bentuk digital bukanlah suatu hal yang mudah mengingat rumah sakit sudah ‘terbiasa’ dengan sistem dan cara kerja rekam medis konvensional. Tetapi, transformasi ini harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya over dalam penyimpanan status rekam medis dan bertambahnya bermacam-macam blangko yang harus disiapkan. Kendala utama dalam transformasi tersebut adalah: BIAYA, SUMBER DAYA MANUSIA dan BUDAYA KERJA.


Banyak tantangan dalam mewujudkan rekam medis elektronik, sebab itulah dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mewujudkan hal ini. Tetapi dibalik semua effort yang dilakukan tersebut, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan:

  1. Manfaat operasional; kemudahan pelayanan, kenyamanan bagi pemberi layanan, efisiensi waktu dan tenaga
  2. Manfaat umum; lebih cepat selesai, lebih akurat dan efisiensi keuangan (penghematan biaya)

Oleh sebab itulah perlu dibangun suatu sistem rekam medis elektronik yang akan sangat membantu sejawat medis, paramedis maupun petugas rekam medis dengan harapan kualitas pelayanan rumah sakit tetap terjaga. 



dr. Harry Wahyudhy Utama, Sp.Rad MARS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar