Rabu, 09 September 2026

KULIAH XIV. ARTEFAK RADIOGRAFI

 

1. DEFINISI ARTEFAK RADIOGRAFI

Artefak radiografi adalah gambaran, struktur, pola, atau perubahan pada citra radiografi yang tidak merepresentasikan anatomi atau kondisi patologis sebenarnya dari pasien, tetapi muncul akibat faktor lain selama proses pemeriksaan radiografi.

Artefak dapat muncul pada berbagai tahap, mulai dari:

Pasien → positioning → exposure → image receptor → processing → display

Sehingga ketika menemukan gambaran yang tidak biasa pada radiograf, radiografer tidak boleh langsung menganggapnya sebagai kelainan.

radiografer adalah salah satu orang pertama yang dapat mengetahui apakah suatu gambaran pada radiograf merupakan: kelainan pasien /masalah pemeriksaan. Bayangan tersebut bisa saja merupakan suatu struktur patologis. Tetapi bisa juga:

  • kancing baju;
  • nipple shadow;
  • ECG electrode;
  • benda logam;
  • artefak detector.

Jika radiografer tidak melakukan evaluasi terhadap citra, artefak tersebut dapat diteruskan sebagai bagian dari radiograf tanpa koreksi.


SUMBER ARTEFAK RADIOGRAFI

A.Artefak yang bersumber dari pasien (Patient Artefact)

Artefak patient-related merupakan artefak yang berasal dari benda yang berada pada tubuh pasien atau pakaian pasien saat dilakukan exposure.

Contohnya:

  • kalung;
  • anting;
  • gelang;
  • jam tangan;
  • kancing;
  • resleting;
  • bra;
  • rambut;
  • benda logam;
  • plester tertentu.

Benda-benda tersebut dapat menyerap sinar-X lebih banyak dibandingkan jaringan lunak sehingga menghasilkan gambaran radiopak pada citra.

Pencegahan

Sebelum exposure, radiografer harus memastikan benda yang tidak diperlukan untuk pemeriksaan dilepas atau dipindahkan dari area pemeriksaan.

B. Artefak gerakan (motion artefact)

Penyebab motion

Pasien dapat bergerak karena:

  • tidak memahami instruksi;
  • nyeri;
  • tidak mampu mempertahankan posisi;
  • tremor;
  • kondisi neurologis;
  • sesak napas;
  • pasien anak;
  • pasien tidak kooperatif.

Motion juga dapat berasal dari pergerakan fisiologis seperti:

  • respirasi;
  • jantung.

Contoh

Pada radiograf thorax, pasien tidak mampu menahan napas.

Akibatnya:

  • batas jantung tampak kurang tajam;
  • vascular marking kurang jelas;
  • struktur paru tampak blurred.

Pencegahan

Radiografer harus memberikan instruksi harus diberikan sebelum exposure, bukan ketika exposure sudah berlangsung.

C. Artefak posisi (position Artefact)

Artefak positioning terjadi ketika posisi pasien, bagian tubuh, atau image receptor tidak sesuai dengan teknik pemeriksaan yang seharusnya.

Masalah positioning dapat menghasilkan gambaran yang:

  • asimetris;
  • terdistorsi;
  • mengalami magnifikasi;
  • mengalami superimposisi;
  • menyebabkan struktur tertentu tidak terlihat optimal.

Contoh: Chest X-ray

Pasien mengalami rotasi.

Akibatnya:

  • clavicle kanan dan kiri tidak simetris;
  • mediastinum dapat tampak berbeda;
  • ukuran jantung dapat tampak terpengaruh;
  • lung field kanan dan kiri sulit dibandingkan.

D. Artefak Eksposure (Exposure Artefact)

Exposure yang tidak tepat dapat menghasilkan citra dengan kualitas yang tidak optimal. Pada sistem digital, masalah exposure sedikit berbeda dengan sistem film-screen karena brightness dapat dikoreksi melalui image processing. Jika exposure terlalu rendah, quantum mottle/noise dapat meningkat.

Jika exposure terlalu tinggi, pasien menerima dosis lebih besar tanpa selalu memberikan peningkatan kualitas diagnostik yang sebanding.

Radiografer harus mempertimbangkan:

  • exposure indicator;
  • noise;
  • contrast;
  • detail;
  • diagnostic quality;
  • dose.

E. Artefak Debu dan kotoran (Dust & Dirt Artefact)

Debu atau kotoran dapat berada pada:

  • imaging plate;
  • cassette;
  • detector;
  • screen;
  • komponen optical reader.

Kotoran tersebut dapat mengganggu proses pembentukan citra.

Gambaran

Dapat berupa:

  • titik;
  • bercak;
  • garis;
  • area lokal dengan densitas abnormal.

Petunjuk penting

Jika artefak selalu muncul pada lokasi yang sama pada banyak pasien Curigai sumber equipment.


F. Artefak Benda Medis (Medical Artifact)

Contohnya:

  • ECG electrode;
  • ECG cable;
  • oxygen tubing;
  • IV line;
  • catheter;
  • drainage tube;
  • monitoring device;
  • ventilator tubing.

Artefak ini sering terlihat pada radiograf thorax dan abdomen. Radiografer tidak boleh sembarangan melepas alat medis hanya untuk menghilangkan artefak. Jika alat tidak dapat dipindahkan, radiografer harus mengoptimalkan pemeriksaan tanpa membahayakan pasien.

Implant seperti:

  • plate;
  • screw;
  • prosthesis;
  • surgical clip;
  • fixation device

akan menghasilkan gambaran radiopak. Dalam konteks ini, benda tersebut bukan artefak kesalahan pemeriksaan, karena memang merupakan bagian dari kondisi pasien. Radiografer perlu memilih positioning dan projection yang sesuai agar informasi diagnostik tetap maksimal.

Kamis, 11 Juni 2026

KULIAH VIII TEKNIK DASAR USG: JENIS-JENIS TRANSDUSER DAN PEMILIHAN FREKUENSI

Transduser (probe) merupakan komponen utama dalam sistem ultrasonografi yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima gelombang ultrasonik. Pemilihan transduser yang tepat sangat penting karena akan menentukan kualitas gambar, kedalaman penetrasi, serta keberhasilan pemeriksaan.

KULIAH VII TEKNIK DASAR USG: MODE-MODE PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI

Mesin ultrasonografi modern memiliki berbagai mode pencitraan yang dirancang untuk menampilkan informasi tertentu dari organ yang diperiksa. Setiap mode memiliki fungsi, kelebihan, dan aplikasi klinis yang berbeda.

Pemilihan mode yang tepat sangat penting karena akan mempengaruhi kualitas informasi diagnostik yang diperoleh.

Mode pencitraan utama dalam ultrasonografi meliputi:

  • A-Mode (Amplitude Mode)
  • B-Mode (Brightness Mode)
  • M-Mode (Motion Mode)
  • Doppler Ultrasound
    • Color Doppler
    • Power Doppler
    • Spectral Doppler

Kamis, 23 April 2026

KULIAH XIII. Evaluasi Radiografi Thorax (Metode ABCDE)

1. Pendahuluan

Radiografi thorax (Chest X-Ray) adalah pemeriksaan radiologi yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi:

  • paru-paru
  • jantung
  • mediastinum
  • tulang thorax
  • diafragma

Agar tidak ada kelainan yang terlewat, radiolog menggunakan pendekatan ABCDE untuk membaca foto thorax secara sistematis.

Tujuan metode ini adalah:

  • menghindari kesalahan interpretasi
  • membaca foto secara terstruktur
  • memastikan seluruh struktur thorax dievaluasi