Sabtu, 16 Maret 2024

BONE SCAN / SIDIK TULANG

Pemeriksaan bone scan merupakan pemeriksaan yang sangat sensitif dibandingkan dengan foto sinar-X dan secara rutin telah digunakan. Namun pemeriksaan ini memerlukan waktu yang lama dan biaya yang relatif tinggi.

Bone scan biasa digunakan untuk melihat apakah suatu kanker sudah menyebar ke tulang dari bagian lain tubuh. Penilaian jauh tidaknya penyebaran kanker (staging) penting bagi dokter. Informasi ini nantinya akan berguna dalam memilih terapi yang tepat untuk pasien.

Oleh karena itu, pasien dengan riwayat keganasan perlu waspada terhadap penyebaran sel kanker ke tulang. Terlebih, jika muncul gejala nyeri yang tidak wajar dan tulang mudah patah, maka untuk segera memeriksa penyebaran kanker pada tulang melalui pemeriksaan bone scan. Metode bone scan merupakan pemeriksaan yang efisien karena dalam 1x pencitraan mampu memberikan gambaran utuh mulai dari tulang kepala sampai kaki.

Selasa, 12 Maret 2024

KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAFI (PENGANTAR II)

Hasil radiografi yang baik akan memberikan informasi yang berguna bagi dokter spesialis untuk menegakkan sebuah diagnosa. Hasil kualitas gambaran radiografi yang bagus sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor peralatan (unit sinar-X, kaset, dan processing) dan faktor teknik (sumber daya manusia dan pasien). Untuk menjamin penilaian yang tetap maka persyaratan standar atas faktor-faktor tersebut dengan cara menerapkan metode quality assurance (QA) dan quality control (QC), dengan demikian akan menghasilkan diagnosis yang optimal.

Jaminan mutu/quality assurance (QA) adalah program manajemen menyeluruh yang digunakan untuk memastikan keunggulan dalam pelayanan kesehatan melalui pengumpulan dan evaluasi data yang sistematis. Tujuan utama dari program quality assurance (QA) adalah peningkatan pelayanan pasien, ini termasuk parameter pemilihan pasien dan penjadwalan, teknik manajemen, kebijakan dan prosedur departemen, efektivitas dan efisiensi teknis, pendidikan dalam pelayanan, dan interpretasi gambar dengan ketepatan waktu laporan.

KRITISI DAN EVALUASI FOTO RADIOGRAFI (PENGANTAR)

 Analisis pengulangan foto rontgen adalah proses yang sistematik untuk mendata gambar-gambar yang ditolak atau diulang untuk menentukan penyebab pengulangan sehingga pengulangan gambar dapat diminimalisasikan untuk masa yang akan datang. Pada fungsi Digital Radiography (DR) dapat dikatakan juga bahwa analisis pengulangan dilakukan sebelum adanya proses pencetakkan radiograf. Evaluasi secara sistematis perlu dilakukan terhadap sistem kerja alat dan fasilitas pendukung, prosedur kerja instansi dan tingkat ketrampilan pekerja. Hal tersebut dapat meminimalkan pengulangan pemeriksaan dan meningkatkan efektifitas dari program jaminan mutu.

Selasa, 05 Maret 2024

APA ITU KEDOKTERAN NUKLIR

What is nuclear medicine?
Nuclear medicine is a specialized area of radiology that uses very small amounts of radioactive materials, or radiopharmaceuticals, to examine organ function and structure. Nuclear medicine imaging is a combination of many different disciplines. These include chemistry, physics, mathematics, computer technology, and medicine. This branch of radiology is often used to help diagnose and treat abnormalities very early in the progression of a disease, such as thyroid cancer.
Nuclear medicine determines how the body is functioning at a cellular level. It is able to:
  • find disease in its earliest stages
  • target treatment to specific cells
  • monitor response to treatment.

Sabtu, 02 Maret 2024

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 4 : Expansion and Diversification (1970-Present)

 The latter part of the 20th and early 21st centuries have been marked by remarkable advancements in nuclear medicine, notably in imaging technologies and therapeutic applications. These developments have significantly enhanced the ability to diagnose and treat various medical conditions, especially cancer.

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 3: Growth of Diagnostic Techniques and Therapies (1950-1970)

The 1950s and 1960s marked a transformative era in nuclear medicine, characterised by significant advancements in diagnostic imaging technologies and the introduction of new radionuclides that enhanced imaging capabilities.

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 2 : Technological Advancements and Therapeutic Applications (1930-1950)

 The 1930s and 1940s were pivotal decades in the evolution of nuclear medicine, marked by significant technological advancements and practical applications. These years saw the development of critical tools and techniques that expanded the potential of nuclear medicine in both diagnostics and treatment.

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 1 : Early Discoveries and Radioactive Elements (1896-1930)

Key figures like Henri Becquerel and Marie Curie played pivotal roles in unveiling the properties of radioactive elements, laying the groundwork for the medical application of these discoveries.

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR


Kedokteran Nuklir merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mengalami perkembangan pesat seiring dengan kemajuan penelitian dibidang pemnfaatan tenaga nuklir untuk kepentingan damai. Dalam proses perkembangannya, kedokteran nuklir merupakan hasil dari kontribusi dari para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda, mulai dari ilmu fisika, kimia, teknik, dan kedokteran. 

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR DI INDONESIA

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 


 

1965

Peresmian Pusat Atom Bandung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno

1967

Peresmian unit Kedokteran Nuklir pertama di Indonesia , yang pada saat itu masih bernama “Balai Kedokteran Nuklir Kementerian Kesehatan RI” dan sesuai dengan namanya secara struktur organisasi berada di bawah Kementerian Kesehatan RI.