Rabu, 22 April 2026

KULIAH X. KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAFI: Evaluasi Posisi dan Rotasi pada Radiograf

Evaluasi posisi dan rotasi merupakan bagian penting dalam prinsip “Image Before Interpretation”. Posisi pasien yang tidak tepat atau adanya rotasi tubuh saat pemeriksaan radiografi dapat menyebabkan distorsi anatomi, sehingga gambaran organ tampak tidak normal walaupun sebenarnya tidak ada kelainan.

Rotasi sering menjadi penyebab kesalahan interpretasi radiologis, terutama pada radiograf thoraks dan pelvis.


https://www.radiologymasterclass.co.uk/gallery/chest/quality/chest-x-ray-rotated


Pada radiograf thoraks, rotasi pasien dapat dinilai dengan melihat hubungan antara klavikula dan processus spinosus vertebra torakal.

Cara menilai rotasi:

  • Ujung medial klavikula kanan dan kiri harus memiliki jarak yang sama terhadap processus spinosus vertebra.
  • Jika salah satu klavikula tampak lebih dekat ke vertebra, berarti pasien mengalami rotasi saat pemeriksaan.

Dampak Rotasi terhadap Pembesaran Jantung Palsu



Salah satu kesalahan interpretasi yang sering terjadi akibat rotasi adalah pembesaran jantung palsu (false cardiomegaly).

Pada radiograf thoraks:

  • Rotasi pasien dapat menyebabkan mediastinum tampak bergeser
  • Bayangan jantung dapat terlihat lebih besar di satu sisi
  • Rasio kardiotoraks (CTR) dapat tampak meningkat

Akibatnya, dokter dapat salah mendiagnosis kardiomegali, padahal sebenarnya hanya disebabkan oleh posisi pasien yang tidak simetris saat pemeriksaan.


KESIMPULAN

Rotasi dapat menyebabkan kesalahan interpretasi seperti:

  • Mediastinum bergeser
  • Paru tampak asimetris
  • Pembesaran jantung palsu

Dengan melakukan evaluasi posisi secara sistematis, dokter dapat menghindari kesalahan diagnosis akibat artefak posisi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar