Radiografi digital terdiri dari dua sistem utama: CR (Computed Radiography) dan DR (Digital Radiography). Keduanya sama-sama menggunakan sinar-X, tetapi mekanisme deteksi dan konversi sinyalnya berbeda secara fundamental.
COMPUTED RADIOGRAPHY(CR)
Prinsip Kerja
CR menggunakan Imaging Plate (IP) berbahan Photostimulable Phosphor (PSP) (biasanya barium fluorohalide).
Tahapan Proses
- Eksposur
- Sinar-X mengenai imaging plate.
- Energi radiasi “terperangkap” dalam kristal fosfor sebagai latent image.
Pembacaan (Scanning)
- Kaset dimasukkan ke CR reader.
- Laser merah memindai plate.
- Energi yang tersimpan dilepaskan sebagai cahaya biru (photostimulated luminescence).
- Konversi ke Sinyal Digital
- Cahaya ditangkap oleh photomultiplier tube.
- Diubah menjadi sinyal listrik.
- Diproses menjadi citra digital.
- Erasing
- Plate disinari cahaya kuat untuk menghapus sisa energi.
- Dapat digunakan kembali.
Karakteristik Teknis CR
- Resolusi spasial: ± 2,5–5 lp/mm
- Dynamic range: Lebih luas dari film
- Proses tidak langsung (butuh reader)
- Masih menggunakan kaset (mirip analog)
DIGITAL RADIOGRAPHY (DR)
Dua Jenis DR Berdasarkan Mekanisme Konversi
A. Indirect DR
Menggunakan dua tahap konversi:
- Sinar-X → cahaya (oleh scintillator, misalnya cesium iodide)
- Cahaya → sinyal listrik (oleh photodiode amorphous silicon)
Konversi ganda = sedikit penurunan resolusi, tetapi efisiensi tinggi.
B. Direct DR
Menggunakan bahan amorphous selenium (a-Se).
- Sinar-X langsung → sinyal listrik
- Tanpa konversi cahaya
Lebih tajam (resolusi lebih tinggi) karena tidak ada penyebaran cahaya.
Karakteristik Teknis DR
- Resolusi spasial: ± 3–7 lp/mm
- DQE (Detective Quantum Efficiency) lebih tinggi
- Waktu tampilan gambar: 3–5 detik
- Tidak perlu kaset atau reader tambahan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar