Kamis, 26 Februari 2026

KULIAH IV KRITISI EVALUASI RADIOGRAF: Perbedaan CR dan DR

 Radiografi digital terdiri dari dua sistem utama: CR (Computed Radiography) dan DR (Digital Radiography). Keduanya sama-sama menggunakan sinar-X, tetapi mekanisme deteksi dan konversi sinyalnya berbeda secara fundamental.

COMPUTED RADIOGRAPHY(CR)

Prinsip Kerja

CR menggunakan Imaging Plate (IP) berbahan Photostimulable Phosphor (PSP) (biasanya barium fluorohalide).

Tahapan Proses

  • Eksposur
    • Sinar-X mengenai imaging plate.
    • Energi radiasi “terperangkap” dalam kristal fosfor sebagai latent image.
  • Pembacaan (Scanning)

    • Kaset dimasukkan ke CR reader.
    • Laser merah memindai plate.
    • Energi yang tersimpan dilepaskan sebagai cahaya biru (photostimulated luminescence).

  • Konversi ke Sinyal Digital
    • Cahaya ditangkap oleh photomultiplier tube.
    • Diubah menjadi sinyal listrik.
    • Diproses menjadi citra digital.
  • Erasing
    • Plate disinari cahaya kuat untuk menghapus sisa energi.
    • Dapat digunakan kembali.

Karakteristik Teknis CR

  • Resolusi spasial: ± 2,5–5 lp/mm
  • Dynamic range: Lebih luas dari film
  • Proses tidak langsung (butuh reader)
  • Masih menggunakan kaset (mirip analog)

DIGITAL RADIOGRAPHY (DR)

Dua Jenis DR Berdasarkan Mekanisme Konversi

A. Indirect DR

Menggunakan dua tahap konversi:

  1. Sinar-X → cahaya (oleh scintillator, misalnya cesium iodide)
  2. Cahaya → sinyal listrik (oleh photodiode amorphous silicon)

 Konversi ganda = sedikit penurunan resolusi, tetapi efisiensi tinggi.

B. Direct DR

Menggunakan bahan amorphous selenium (a-Se).

  1. Sinar-X langsung → sinyal listrik
  2. Tanpa konversi cahaya

 Lebih tajam (resolusi lebih tinggi) karena tidak ada penyebaran cahaya.


 Karakteristik Teknis DR

  • Resolusi spasial: ± 3–7 lp/mm
  • DQE (Detective Quantum Efficiency) lebih tinggi
  • Waktu tampilan gambar: 3–5 detik
  • Tidak perlu kaset atau reader tambahan

Implikasi Klinis dan Evaluasi Kritis

Pada CR:

  • Risiko delay workflow
  • Plate dapat mengalami artefak gores
  • Image quality bisa menurun jika plate aus

Pada DR:

  • Risiko overexposure tersembunyi (exposure creep)
  • Artefak detektor lebih kompleks
  • Sangat tergantung sistem komputer & kalibrasi


Kesimpulan Teknis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar