Perkembangan teknologi telah mengubah sistem radiografi dari film konvensional (analog) menjadi radiografi digital. Meskipun prinsip pembentukan gambar tetap menggunakan sinar-X, sistem deteksi dan pengolahan gambarnya berbeda secara signifikan.
Radiograf Analog (Film-Based Radiography)
📌 Karakteristik Utama
- Menggunakan film radiografi dalam kaset
- Perlu proses cuci film (darkroom processing)
- Hasil berupa film fisik yang dibaca di lightbox
📌 Kelebihan
- Resolusi spasial tinggi
- Tidak tergantung sistem komputer
📌 Kekurangan
- Proses lama (harus dicuci dan dikeringkan)
- Tidak bisa manipulasi brightness/contrast
- Penyimpanan fisik memakan tempat
- Risiko film rusak atau hilang
- Paparan radiasi relatif lebih tinggi dibanding sistem modern
Radiograf Digital
Radiografi digital terbagi menjadi:
- CR (Computed Radiography) → menggunakan imaging plate
- DR (Digital Radiography) → menggunakan flat panel detector
📌 Karakteristik Utama
- Gambar langsung masuk ke komputer
- Tidak perlu cuci film
- Disimpan dalam sistem PACS
📌 Kelebihan
- Proses cepat
- Dapat mengatur kontras dan brightness
- Penyimpanan digital (mudah arsip & kirim)
- Dosis radiasi lebih efisien
- Mendukung tele-radiologi
📌 Kekurangan
- Biaya alat lebih mahal
- Ketergantungan pada sistem IT
- Risiko evaluasi teknis terlewat karena gambar bisa “diperbaiki” secara digital
Catatan Penting
Pada sistem analog:
- Kesalahan eksposur langsung terlihat
- Jika salah → harus ulang foto
Pada sistem digital:
- Kesalahan eksposur dapat “dikompensasi”
- Mahasiswa sering lupa menilai kualitas teknis karena gambar tampak baik
📌 Inilah mengapa konsep “Image Before Interpretation” tetap wajib diterapkan pada radiografi digital.
Implikasi Klinis
Radiografi digital kini menjadi standar di banyak rumah sakit karena:
- Efisiensi kerja
- Integrasi dengan sistem rumah sakit
- Kemudahan konsultasi jarak jauh
Namun radiografi tetap memiliki keterbatasan dibandingkan modalitas lain seperti CT scan dan MRI dalam hal detail jaringan lunak.
Perbedaan utama radiograf analog dan digital terletak pada:
- Sistem deteksi gambar
- Proses pengolahan
- Penyimpanan
- Fleksibilitas manipulasi gambar
Meskipun digital lebih modern dan efisien, prinsip dasar evaluasi kritis tetap sama:
kualitas teknis harus dinilai sebelum interpretasi klinis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar