Sabtu, 02 Maret 2024

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 1 : Early Discoveries and Radioactive Elements (1896-1930)

Key figures like Henri Becquerel and Marie Curie played pivotal roles in unveiling the properties of radioactive elements, laying the groundwork for the medical application of these discoveries.

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR



Kedokteran Nuklir merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mengalami perkembangan pesat seiring dengan kemajuan penelitian dibidang pemnfaatan tenaga nuklir untuk kepentingan damai. 
Dalam proses perkembangannya, kedokteran nuklir merupakan hasil dari kontribusi dari para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda, mulai dari ilmu fisika, kimia, teknik, dan kedokteran. 

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR DI INDONESIA

SEJARAH KEDOKTERAN NUKLIR 


 

1965

Peresmian Pusat Atom Bandung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno

1967

Peresmian unit Kedokteran Nuklir pertama di Indonesia , yang pada saat itu masih bernama “Balai Kedokteran Nuklir Kementerian Kesehatan RI” dan sesuai dengan namanya secara struktur organisasi berada di bawah Kementerian Kesehatan RI. 

Rabu, 01 Februari 2023

PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT

PEDOMAN TATA LAKSANA SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT

Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor Hk.02.02/I/4110/2022 Tentang Pedoman Survei Akreditasi Rumah Sakit 

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Dalam keselamatan pasien. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan yang memiliki karakter aman, tepat waktu, efisien, efektif, berorientasi pada pasien, adil dan terintegrasi. Pemenuhan mutu pelayanan di rumah sakit dilakukan dengan dua cara yaitu peningkatan mutu secara internal dan peningkatan mutu secara eksternal. 
Peningkatan Mutu Internal (Internal Continous Quality Improvement) yaitu Rumah sakit melakukan upaya peningkatan mutu secara berkala antara lain penetapan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi indikator mutu serta pelaporan insiden keselamatan pasien. Peningkatan mutu secara internal ini menjadi hal terpenting bagi rumah sakit untuk menjamin mutu pelayanan. 
Peningkatan Mutu Eksternal (External Continous Quality Improvement) merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit secara keseluruhan. Beberapa kegiatan yang termasuk peningkatan mutu eksternal adalah perizinan, sertifikasi, lisensi dan akreditasi. Rumah sakit melakukan peningkatan mutu internal dan eksternal secara berkesinambungan (continuous quality improvement). Rumah Sakit juga harus mendukung pelaksanaan Program Nasional.